email: putriapria8@gmail.com. Naskah diterima 03 Juli 2017, direview 10 Juli 2017, disetujui 09 Oktober 2017. Abstract: Believed on earth and trusted in the heavens is another name given to
Selamadi Madinah, sahabat Abdurrahman bin Auf merintis bisnis kembali dari nol. Ia terkenal dengan usaha keju dan minyak samin. Setelah itu, tidak membutuhkan waktu lama, laba perdagangan Abdurrahman meningkat. Ia menjadi saudagar lintas negara; dari Yaman, Syam. Bahkan tak sedikit barang-barang yang didatangkan ke Madinah konon berasal dari wilayah China. Abdurrahman bin Auf terkenal sebagai pedagang yang genius sekaligus cerdik.
CaraBisnis Abdurrahman Bin Auf. 12 January 2022 Daftar Usaha 1. Di mana di dalam organisasi Baitul Mal Abdurrahman bin Auf tersangka AZA sebagai Ketua Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman bin Auf. Setelah wafatnya Umar bin Khattab sebagai khalifah kedua diadakanlah musyawarah untuk memilih khalifah selanjutnya.
Vay Tiền Nhanh. Sahabat Abdurrahman bin Auf adalah salah satu orang yang terkenal di kalangan muslim pada masanya. Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya berdagang dan menjadi salah satu pedagang terkemuka di seluruh dunia. Namun, tahukah Anda bagaimana cara bisnis Sahabat Abdurrahman bin Auf? Dalam artikel ini, kami akan mengungkapkan cara bisnis Sahabat Abdurrahman bin Auf yang terkenal. Bagaimana cara bisnis Sahabat Abdurrahman bin Auf? Sahabat Abdurrahman bin Auf adalah salah satu pedagang terkenal di dunia. Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya berdagang dan menjadi salah satu pedagang terkemuka di seluruh dunia. Tahukah Anda bagaimana cara bisnis Sahabat Abdurrahman bin Auf? Di bawah ini adalah beberapa cara yang digunakan oleh sahabat Abdurrahman bin Auf untuk sukses dalam bisnisnya 1. Berusaha keras Salah satu cara yang digunakan oleh sahabat Abdurrahman bin Auf untuk sukses dalam bisnisnya adalah dengan berusaha keras. Ia tahu bahwa bisnis tidak akan berjalan dengan sendirinya tanpa usaha keras. Ia selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik dan berusaha untuk mencapai tujuannya. Ia juga tidak takut untuk bekerja keras dan menghabiskan waktu yang lama untuk mencapai tujuannya. 2. Bekerja dengan jujur dan etika bisnis yang baik Sahabat Abdurrahman bin Auf juga mengikuti etika dan prinsip-prinsip bisnis yang baik. Ia selalu bekerja dengan jujur dan berusaha untuk membangun hubungan yang baik dengan pelanggannya. Ia juga selalu berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggannya. Ia juga berusaha untuk tetap berada di jalur yang benar dan menghindari tindakan yang tidak etis. 3. Merencanakan bisnis dengan baik Sahabat Abdurrahman bin Auf juga selalu berusaha untuk merencanakan bisnisnya dengan baik. Ia menggunakan strategi yang tepat untuk mencapai tujuannya. Ia juga selalu berusaha untuk melacak hasil bisnisnya dan mengidentifikasi masalah yang mungkin terjadi. Ia juga tidak takut untuk mengambil risiko dan mencoba hal-hal baru untuk meningkatkan bisnisnya. 4. Mengikuti tren Sahabat Abdurrahman bin Auf juga selalu berusaha untuk mengikuti tren. Ia mencari tahu apa yang sedang populer di pasar dan mencoba untuk memanfaatkannya untuk bisnisnya. Ia juga berusaha untuk mengikuti perkembangan teknologi dan menggunakannya untuk keuntungannya. Ia juga berusaha untuk memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan bisnisnya. 5. Menjaga hubungan baik dengan rekan kerja Sahabat Abdurrahman bin Auf juga selalu berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan rekan kerjanya. Ia menghargai usaha kerja rekan-rekannya dan berusaha untuk menghormati mereka. Ia juga berusaha untuk menjadi seorang pemimpin yang baik dan menginspirasi rekan-rekannya untuk mencapai tujuannya. Ia juga selalu siap untuk membantu rekan-rekannya yang membutuhkan. 6. Berikan yang terbaik kepada pelanggan Sahabat Abdurrahman bin Auf juga selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada pelanggannya. Ia tahu bahwa pelanggan merupakan aset bisnis yang paling berharga. Ia berusaha untuk memahami keinginan dan kebutuhan pelanggannya dan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk pelanggannya. Ia juga selalu berusaha untuk menjaga hubungan yang baik dengan pelanggannya. 7. Berikan yang terbaik kepada orang lain Sahabat Abdurrahman bin Auf juga selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada orang lain. Ia menghargai orang lain dan berusaha untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Ia juga berusaha untuk menyebarkan kebaikan dan berusaha untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Ia juga selalu berusaha untuk membuat orang lain merasa nyaman dan aman dengan kehadirannya. Kesimpulan Itulah beberapa cara bisnis Sahabat Abdurrahman bin Auf yang terkenal. Ia adalah salah satu pedagang terkenal di dunia dan ia telah menggunakan cara-cara ini untuk sukses dalam bisnisnya. Dengan cara-cara ini, Anda juga dapat mencapai tujuan bisnis Anda dengan sukses. Namun, penting untuk diingat bahwa usaha keras dan komitmen yang kuat adalah kunci untuk sukses dalam bisnis.
Tahukah Anda tentang Abdurrahman bin Auf, beliau adalah salah satu sahabat Rasulullah yang terkenal sukses dalam berbisnis. Yang menarik, kesuksesan bisnisnya, dimulai dari nol, atau tanpa modal sepeserpun. Namun dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan, beliau mampu meraup kesuksesan yang luar biasa. Sebenarnya bagaimana rahasia atau cara bisnis Abdurrahman bin Auf, ini yang harus para pebisnis muslim ketahui, pelajari dan lakukan dengan Tidak menerapkan sistem keuntungan yang besarAdapun cara usaha Abdurrahman bin Auf yang pertama, yaitu tidak mengambil keuntungan yang besar. Beliau memilih mengambil keuntungan yang sedikit dengan margin kecil, namun dengan volume penjualan yang lebih lebih memilih untuk menjual produk dengan harga murah, dan memperoleh keuntungan yang kecil, namun dengan orientasi volume penjualan yang banyak. Dengan demikian, seiring waktu berjalan, beliau akan memperoleh keuntungan yang lebih banyak, lantaran perputaran penjualan yang jadi lebih cepat dan seperti ini yang jarang para pedagang muslim sadari. Kebanyakan penjual muslim ingin memperoleh keuntungan yang besar, dari 1 produk. Hasilnya produk yang terjual, volumenya jadi selalu dilakukan secara tunaiTerutama saat ini, dimana sistem kredit atau bayar dengan sistem mencicil terbilang menjamur. Namun ternyata hal tersebut tidak digunakan atau tidak berlaku bagi Abdurrahman bin lebih memilih untuk memperoleh keuntungan yang kecil, namun cash, dibanding memperoleh keuntungan yang besar, namun dengan cara dicicil. Atau dengan kata lain, beliau lebih mengutamakan cekatan dalam likuiditas. Ini yang membuat beliau dapat memutar uangnya dengan baik, dan tetap berjualan di setiap pada dasarnya beliau sendiri, tidak menolak sistem transaksi dengan cara kredit, namun beliau lebih suka berbisnis dengan cara IntegritasIntegritas yang tinggi, menjadi cara bisnis Abdurrahman bin Auf, yang paling menarik untuk Anda ketahui. Dimana pada awal ketika Abdurrahman bin Auf, memulai bisnisnya, beliau tidak menggunakan modal uang. Ketika Abdurrahman bin Auf, datang ke Madinah, yang pertama kali dilakukan yaitu pergi ke pasar, dan mencari tahu, apa yang layak dijual di daerah beliau akan mengunjungi pengrajin alat bertani, untuk diajak bekerja sama. Barang jualan akan diambil hari ini, dan akan dibayar keesokan harinya. Dalam jangka waktu kurang dari sebulan, beliau akhirnya mempunyai sebuah kios di pasar akhirnya beliau mulai mengembangkan bisnisnya dalam dunia properti. Beliau mengajak kerja sama seorang pemilik lahan, yang lokasinya dekat dengan pasar Madinah, untuk membangun pasar yang lebih baru dan modern. Sekali lagi Abdurrahman bin Auf, menyederhanakan modal untuk pasar tersebut, dengan sistem kerja sama bagi hasil, dengan pihak pemilik lahan. Yang menarik, biaya sewa untuk para pedagang di pasar, tidak ditentukan secara pasti oleh beliau, melainkan seikhlasnya. Ini yang membuat semua kios yang dibangun di pasar, penuh dalam waktu cepat. Selain itu, modal yang digunakan untuk membangun pasar pun lebih cepat integritas yang digunakan oleh Abdurrahman bin Auf jauh lebih penting dari hanya sekedar uang. Ini pula yang membuat beliau akhirnya sukses. Jadi Integritas akan menjadi kunci atau cara memulai bisnis dari nol, yang perlu Anda perhatikan dan terapkan dengan Berorientasi pada pasarHal lain yang menjadi ciri atau prinsip cara bisnis abdurrahman bin auf, yaitu berorientasi pada pasar. Dalam hal ini, beliau selalu mempelajari apa yang dibutuhkan dan apa yang diinginkan oleh para satunya adalah kebutuhan akan pasar yang aman dan nyaman. Dimana seperti yang disebutkan pada poin sebelumnya, pasar Madinah kala itu, terlihat kumuh dan sempit. Membuat para pedagang dan konsumen, tidak leluasa dan nyaman untuk berjualan dan berbelanja. Namun dengan merombak, dan mengalihkan pasar, hasilnya tidak hanya para pedagang yang merasa diuntungkan, demikian pula dengan konsumen, termasuk Abdurrahman bin Auf, selaku konseptor, sekaligus Hanya menjual barang yang berkualitasDalam bisnis Abdurrahman bin Auf, kejujuran dan kepercayaan antara konsumen dan pedagang itu yang selalu diterapkan dengan baik. Hal ini terbukti dengan barang yang dijual, selalu terjaga kualitasnya. Di sini para pembeli akan memilih, membeli dengan harga murah, namun kualitasnya tidak terjamin, atau mungkin sedikit lebih mahal, namun kualitas barangnya Kejujuran dan dapat dipercayaCara bisnis abdurrahman bin auf ini masih ada hubungannya dengan poin sebelumnya, dimana kejujuran selalu ditekankan dalam setiap penjualan yang dilakukan. Ini pula yang membuat Abdurrahman bin Auf, jadi salah satu pengusaha yang dapat dipercaya oleh para konsumennya. Dalam hal ini, Abdurrahman bin Auf, akan selalu menginformasikan tentang kelebihan dan kekurangan produk, atau bahkan ada atau tidaknya cacat pada produk yang pihak konsumen sendiri yang nantinya dapat menentukan jadi atau tidaknya membeli produk yang dijual. Jadi bukan hanya sekedar kelebihan saja yang perlu konsumen tahu, namun juga dari sisi kekurangannya, agar para konsumen dapat mengantisipasinya dengan Manajemen keuanganManajemen keuangan adalah hal penting yang harus dipelajari dan dimengerti oleh orang yang akan menggeluti dalam dunia bisnis. Termasuk dalam bisnis ala Abdurrahman bin Auf, manajemen keuangan adalah hal penting yang menarik, selain pandai dalam mengelola modal, pengeluaran dan pemasukan. Beliau juga rajin memberikan sedekah, dari hasil keuntungan yang didapat. Secara tidak langsung, ini menandakan bahwa sistem keuangannya selalu tertata rapi, termasuk ke hal terkecil Membangun sistem bisnisSistem bisnis ini sengaja dibangun, untuk memudahkan Abdurrahman bin Auf, dalam mengelola bisnis yang sudah dimilikinya saat itu. Dalam hal ini, Abdurrahman bin Auf akan membangun super tim. Yang di dalamnya, terdapat Sumber Daya Manusia / SDM yang berkualitas di bidangnya. Memperhatikan kesejahteraan karyawan, sehingga para karyawannya setia dan mau bekerja dengan baik, sesuai dengan tugasnya yang tidak kalah penting adalah mencari partner bisnis yang berkompeten. Dalam hal ini, Abdurrahman bin Auf, mengajak kaum Anshar yang ada di Madinah, untuk berbisnis kebutuhan pokok. Ini akan menjadi sebuah cara membuat bisnis plan unik, yang dapat Anda pelajari, dan terapkan pada bisnis yang akan dibangun Bekerja hanya untuk mencari berkahTerdapat sebuah kisah dimana kala itu Abdurrahman bin Auf, membeli berkilo kilo kurma yang sudah mulai mengering, dimana bagi sebagian orang kurma tersebut sudah tidak menguntungkan, dan tidak layak jual. Namun siapa sangka ternyata ada utusan dari Yaman yang datang dan membeli kurma yang sudah kering tersebut. Rencananya akan diracik menjadi obat. Yang menarik disini, utusan tersebut berani membeli dengan harga yang lebih tinggi, dibanding harga beli dari pedagang tidak akan ada yang tahu bagaimana masa depan, asalkan Anda selalu berjualan dengan baik, dengan ridho semata mata karena Allah Ta’ala, maka akan selalu ada jalan keluar Selalu bersedekahCara bisnis abdurrahman bin auf terakhir adalah Sedekah. Sedekah menjadi salah satu manajemen bisnis Abdurrahman bin Auf, yan juga tidak boleh dilupakan. Walaupun terlihat sepele, dan berorientasi pada Allah SWT. Ada banyak keuntungan lain dari sedekah yang jarang diketahui banyak orang. Dimana ketika seseorang melakukan sedekah secara tidak langsung hal tersebut akan membangun image baik di mata masyarakat. Image tersebut yang nantinya akan membawa keuntungan lain, yang secara tidak langsung menguntungkan bisnis beberapa tips atau cara bisnis Abdurrahman bin Auf, yang harus para pebisnis muslim ketahui, dan terapkan dengan baik. Semoga kelak, bisnis yang dilakukan tidak hanya memberikan keuntungan yang baik, namun juga berkah pada siapapun yang terlibat di dalam bisnis tersebut.
Perniagaan yang sukses menjadi impian hampir setiap orang yang berniat memiliki usaha. Baik itu usaha kecil ataupun usaha skala besar akan membutuhkan strategi bisnis yang sukses. Berbisnis tentu di lakukan dengan berbagai tahapan dan perencanaan terlebih dahulu dan dapat berkaca dari pengalaman yang pernah membuahkan kesuksesan. Adalah sahabat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, Abdurrahman Bin Auf sepanjang hayatnya berprofesi menjadi pedagang muslim yang sukses pada zamannya. Pada kajian Kasensor sebelumnya yaitu, “Tips Sukses Abdurrahman Bin Auf, Sahabat Nabi yang Menjadi Pebisnis Sukses.” pada Senin 10/1/2022 sudah membahas 4 tips sukses sebelumnya yang akan kita simak dalam artikel berikut. Siapa Abdurrahman Bin Auf itu?Abdurrahman Bin Auf, Sosok yang Dikenal sebagai Saudagar Muslimوَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَPernah Berinfak hingga 16 MilyarYuk, Subscribe Sekarang Juga!Tiga Poin Strategi Kesuksesan Bisnis Abdurrahman Bin Auf1. Memilih Target Pasar2. Stalking, Mengetahui Kebutuhan Pasar3. Tahu Level dan Tingkatan Harga yang Tepatيٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْ ۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًاRelated posts Siapa Abdurrahman Bin Auf itu? Rayk Manggala Syah Putra selaku anggota Sharia Council Evermos sebagai pemateri dari Kajian Senin Sore KASENSOR kali ini berjudul “Strategi Bisnis Sukses Ala Abdurrahman Bin Auf Radhiyallahu Anhu Part 2” di Senin, 17/1/2022 sore lalu. Menurutnya, salah satu sahabat Nabi yang terjamin masuk syurga tersebut juga patut menjadi contoh bagi para pebisnis masa kini yang di anugerahi kekayaan oleh Allah Ta’alla. Abdurrahman Bin Auf memiliki nama lengkap Abdurrahman bin Auf bin Abdu Auf bin Abu bin Harits bin Zuhrah bin Killab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay, Al-Qurasyi Az-Zuhri Al-Makki dan Al-Madani. Ia di lahirkan di Makka pada tahun gajah, dengan usia lebih muda sepuluh tahun dari usia Rasullullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan lebih tua 3 tahun dari Umar bin Khattab. Sebagai salah satu Assabiqunal Awwalun atau orang-orang pertama yang menerima ajaran Islam dalam hidupnya sehingga mengetahui seluk beluk rintangan dakwah dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Abdurrahman Bin Auf, Sosok yang Dikenal sebagai Saudagar Muslim Pada kajian KASENSOR sebelumnya, Rayk Manggala Syah Putra di pandu bersama Host Mas Pri membahas empat tips sukses berdagang ala Abdurrahman Bin Auf. Ada terdapat 4 bahasan yaitu Thoriqul Haq, Al-Iman, Al Istianah dan Istifadah sebelumnya dalam strategi bisnis sukses ala Abdurrahman bin Auf. Rayk Manggala Syah Putra memberikan pernyataan bahwa sebagai pengusaha muslim kita seharusnya bercermin pada sejarah, “Kita berusaha bercermin dengan sosok beliau Abdurrahman bin Auf dan mengambil pelajaran dari sosok beliau, rasanya role model satu ini paling cocok karena banyak sejarah yang mengungkapkan fakta positif seputar beliau.” Motivasi yang dapat kita ambil tentunya sebagai seorang muslim dapat meyakini bahwa seseorang yang mendapat kekayaan di sebabkan karena kedermawanannya dan keimannannya sehingga rahmat Allah tersebut turun kepadanya. Ternyata dalam AL-Quran sendiri telah menginformasikan kepada kita bahwasanya mencari rezeki itu sebagian merupakan modal akhirat juga. Hal tersebut terdapat dalam surah Al-Qasas ayat 77 yang berbunyi sebagai berikut, وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ Yang artinya ”Dan carilah pahala negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.” “Allah Subhannallahu Wa Ta’ala berfirman di sini carilah apa yang telah Allah anugerahkan, dengan tujuan utamanya mencari kebahagiaan di akhirat dan jangan lupakan bagian dari kita bahwa ada kenikmatan dunia bagian dari porsi yang benar.” lanjutnya. Jadi, yang perlu kita pahami dari dialog tersebut adalah bahwa mencari kekayaan bukanlah hal yang di larang dalam Islam. Islam sendiri juga menganjurkan bagi para pemeluknya untuk mencari keberkahan dari rezeki yang di dapat, bukan dalam artian sombong atau sengaja berlebih-lebihan. “Parameter zuhud itu adalah orang yang meletakkan dunia itu di tangan bukan di dalamnya hatinya.” kata anggota Sharia Council Evermos itu. Pernah Berinfak hingga 16 Milyar Selain amal sholehnya yang mendorong gerak peradaban Islam pada masanya, Abdurrahman Bin Auf juga memiliki sifat yang sangat dermawan. Baginya, harta yang dimiliki tidaklah berarti apa-apa dan ini dapat menjadi role model bagi kita sebagai pengusaha yang bertekad untuk sukses dunia dan akhirat nantinya. “Kalau infak itu dia tidak hanya mengeluarkan 100 ribu 200 ribu tetapi sudah ribuan dinar. Bahkan ketika saya membaca kitab berkaitan dengan Abdurrahman bin Auf beliau menginfakkan hartanya sekitar dinar, yah anggaplah satu dinar itu setara 4,25 gram emas sekarang dan 1 gram emas sudah satu juta.” Mas Pri menambahkan, “Jadi 16 milyar rupiah untuk infak ya. Masya Allah.” Bayangkan, adakah dari kita yang pernah berinfak dengan nilai yang begitu besarnya? Ataukah masih menimbang untung dan ruginya dari harta yang kita sisihkan untuk urusan umat? Yuk, Subscribe Sekarang Juga! Dari pernyataan dan fakta ini saja dapat membuktikan bahwa amalan yang mungkin kita lakukan tidak berarti apa-apa daripada amalan shalihnya. Dengan berinfak, kita dapat membersihkan harta dan jiwa kita sehingga harta yang Allah titipkan melalui rezeki pekerjaan, perniagaan dan lainnya dapat lebih berkah dan menjadi ladang pahala. Tiga Poin Strategi Kesuksesan Bisnis Abdurrahman Bin Auf Menuju pembahasan yang paling kita tunggu-tunggu yaitu bagaimana cara Abdurrahman Bin Auf dapat menaklukan strategi bisnis sukses agar dapat membuahkan hasil yang melimpah? Mari simak terus artikel berikut untuk mendapatkan jawabannya, 1. Memilih Target Pasar Menurut KH. Hasim Asy’ari ini, cara dalam berbisnis ala Abdurrahman bin Auf ini melakukan metode memilih target pasar terlebih dahulu. Seperti sobat reseller Evermos dapat melihat ketika kita membuka aplikasi, akan melihat menu atur target pasar yang mana dapat memilih produknya apakah mayoritas di minati oleh perempuan, atau laki-laki salah satunya. Kemudian ada juga penetapan ruang lingkup pekerjaan seperti pebisnis, wiraswasta, atau PNS misalnya. Belum lagi juga ada kolom pendidikan terakhir begitu di dalam form untuk menentukan target pasar kita yang akan berguna sekali untuk menjangkau pelanggan di Evermos. “Tujuannya adalah untuk mengetahui pasar, Al-Bukhori juga mengatakan berilmu sebelum kita beramal, maka dari itu penting untuk melihat ilmu terlebih dahulu sebelum beramal. Sama seperti melihat aplikasi Evermos harusnya kita mempelajari terlebih dahulu aplikasinya.” tutur Rayk Manggala Syah Putra. 2. Stalking, Mengetahui Kebutuhan Pasar Strategi bisnis sukses berikutnya adalah dengan mengetahui segala macam informasi yang berkaitan dengan pasar. Terkadang kendala dalam mencari tahu apa kebutuhan pasar dengan kebanyakan melakukan asumsi seperti “kayanya ini bagus” akan tetapi yang harusnya jadi poin penting adalah butuh atau tidak butuhnya. “Kalau sekarang kita sudah lihat ya ada di Google Trend untuk melakukan riset gitu ya misalkan apaan yang laku ini, misalkan.” kata Rayk Manggala Syah Putra. Menurutnya, jika kita sedang menghadapi situasi yang urgent seperti membutuhkan uang kita dapat mencoba untuk menjualkan produk ke pasar dengan melihat kecenderungan pasar. Lebih bagus lagi jika kita mempelajari psikologi konsumen itu sendiri sehingga dapat mudah mengetahui apa yang di butuhkan olehnya dan tepat penawarannya. Cara termudah adalah dengan melakukan stalking pasar, yaitu dengan memperhatikan pasar siapa saja yang menjadi kompetitor dari usaha kita. Selain itu kita jadi belajar siapa saja yang memasok barangnya, distributornya dan dimana celah kekosongannya dari sistem tersebut misalnya untuk kita tawarkan selanjutnya. 3. Tahu Level dan Tingkatan Harga yang Tepat Kemudian mengetahui level dari konsumen dan penentuan tingkatan harga yang tepat, sebab tidak semua konsumen cocok dengan harga pasar di level ekslusif misalkan sebagai strategi bisnis sukses. Nah, salah satu contoh kasus menurut Rayk Manggala Syah Putra adalah ketika kita berjualan kurma. “Misalnya kita jual kurma kualitas rendah dengan target orang-orangnya yang memiliki penghasilan rendah menjadi target marketing, kecuali sebagian orang memiliki kemampuan ekonomi yang sesuai dengan penghasilannya dapat di sesuaikan.” ungkapnya. Selain mengetahui target pasar dengan level harga yang tepat untuk di tawarkan yang tak kalah pentingnya adalah sikap kejujuran. Kita tahu bahwa fenomena asal ada pembeli yang penting dapat uang tetapi menjualkan produk dengan berbohong atau harga tidak sesuai dengan ekspektasinya maka tidak akan membuahkan berkah. Hal ini tercantum dalam Al-Quran di Surah An-Nisa ayat 29, يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْ ۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا Artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil tidak benar, kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.” Setelah kita menawarkan kepada pembeli dengan mengungkapkan kondisi sebenarnya dari produk yang kita tawarkan dan pembeli ridho terhadapnya maka dapat melakukan transaksi. Dari ayat tersebut memberikan pengajaran bahwa permasalahan harga sudah ada marketnya sendiri, Allah lah yang akan menjamin dari rezeki tersebut dan jangan pernah takut untuk menjualnya. Kesimpulannya apapun rezeki yang sedang kita cari, tidak ada salahnya untuk giat mencapai muslim yang sukses. Sebab dalam Islam kegiatan seperti zakat, qurban dan naik haji juga akan memerlukan biaya tambahan yang dapat kita cari melalui perniagaan yang benar sesuai syariat Islam. Keyakinan kita terhadap Allah yang memberikan rezeki juga akan mempengaruhi ikhtiar kita, maka dari itu jangan menyerah dan tetap semangat untuk berikhtiar bersama Evermos. Belum bergabung dan ingin mencoba ikhtiar agar jadi saudagar muslim yang sukses? Anda bisa klik button di bawah berikut untuk di alihkan ke pendaftaran Evermos, GRATIS! KLIK DISINI UNTUK DAFTAR Demikianlah artikel mengenai “Strategi bisnis Sukses Ala Abdurrahman bin Auf Part II,” Semoga dapat menginspirasi Anda. Sebarkan juga link artikel berikut kepada orang terdekat Anda yang membutuhkannya agar dapat bermanfaat menjalankan ikhtiar di Evermos. Jangan lewatkan artikel menarik lainnya kunjungi Blog Evermos. Related posts
cara bisnis abdurrahman bin auf